Kamis, 22 Maret 2012

cerpen - insyafnya sang pemburu

pak dorman adalah orang terkaya di desanya. ia suka sekali berburu. setiap minggu pagi, pak dorman pergi ke hutan untuk berburu hewan. sudah banyak sekali hewan yang menjadi korban buruannya. ada yang di jual, ada pula yang di beri obat pengawet,lalu dijadikan hiasan di rumahnya. "wah...,banyak sekali hiasan hewan di rumahmu,pak dorman..." begitulah komentar teman-teman pak dorman saat datang bertamu. di rumahnya  yang mewah dan  besar,memang penuh dengan hiasan hewan-hewan yang diawetkan. ada harimau sumatra yang terpanjang di sudut ruangan, ada sepasang gading gajah di dinding ruang tamu, ada pula sepasang tanduk rusa dan kulit binatang rumahbinatang di dinding ruang keluarga. pak dorman juga mengoleksi hewan-hewan langka yang masih hidup. Hewan-hewan itu diletakan di kandang-kandang di halaman rumahnya yang luas. Suatu hari,Pak Dorman pergi ke hutan  untuk berburu. Ia membawa senapan di pundaknya, tas berisi perbekalan, serta teropoong melingkar di lehernya. setelah berkeliling di hutan. ia pun menembak seekor monyet yang sedang bergelantungan di pohon. DOOR!   bunyi letupan senapannya mengenai sasaran. "horeee...mantap! teriak Pak Dorman kegirangan. Seekor monyeet tampak jatuh ke tanah. lalu pak dorman segera mengambil monyet tersebut lalu betapaterkejutnya ia, rupanya monyet itu adalah induk monyet. lalu sekumpulan monyet di situ menyerang Pak Dorman dan Pak dorman berhasil keluar dari hutan dan berjanji tdk akan berburu hewan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar